Selasa, 06 Agustus 2013
Senin, 05 Agustus 2013
Pengumuman Libur Semester beserta Libur Hari Raya Idul Fitri
Selasa, 26 Maret 2013
SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GENAP 2012-2013
JADWAL MATA KULIAH SEMSTER GENAP 2012-2013
Senin, 18 Maret 2013
STUDI BANDING PRODI BIOLOGI KE UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA DI BANDUNG
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Hamzanwadi Selong sesuai Visi dan Misinya mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitasnya baik dari rekrutmen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, administrasi dan pelayanan program studi, kegiatan akademik, kurikulum, sumber daya manusia dan sistim manajemen prodi, sehingga yang akan menjadi harapan kita bersama Prodi Biologi nantinya menjadi prodi yang handal dan terdepan.
Atas dasar komitmen tersebut, maka Prodi Biologi melaksanakan Studi Banding ke salah satu Universitas yang representative.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin 25-26 Februari 2013 dengan anggota 11 dosen prodi( Kaprodi, Sekretaris Prodi dan 9 dosen prodi ), Kaprodi dan Sekretaris Prodi Bimbingan Konseling, 1 orang Laboran, Kepala Pusat Perpustakaan dan Pembantu Ketua I.
Terpilihnya UPI sebagai tujuan studi banding karena UPI merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai Fakultas Pendidikan Biologi dengan predikat akreditasi A yang mampu dipertahankan dalam beberapa kali masa akreditasi.
Untuk memantapkan out put studi banding tersebut maka Prodi Biologi telah
melaksanakan 3 kali pertemuan untuk mempersiapkan materi dan hal- hal apa saja yang harus di studi bandingkan seperti :
1. Rekrutmen mahasiswa SPMB
2. Kurikulum
3. Sistim administrasi program studi
4. Pengelolaan Laboratorium
5. Pengelolaan dan pemanfaatan Laboratorium
6. Proses alih status IKIP Bandung menjadi UPI
Dari materi tersebut maka Ketua Program studi Biologi membuat Tim yang bertanggung jawab terhadap hal- hal yang akan kami dalami di UPI mulai dari informasi apa yang harus di peroleh sampai dengan laporan hasil studi banding. Diskusi yang di laksanakan selama studi banding tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi STKIP Hamzanwadi Selong untuk kemajuan pada masa yang akan datang.
Suber : http://hamzanwadi.ac.id
Senin, 11 Maret 2013
Surat Edaran on MIPA PT Tahun 2013
sumber http://biologi.hamzanwadi.ac.id
Minggu, 10 Maret 2013
NILAI SEMESTER GANJIL 2012-2013
untuk melihat selengkapnya bisa kunjungi atau Klik LIHAT
Jumat, 15 Februari 2013
Realita UAS 2012-2013
STKIP Hamzanwadi Selong Menggelar Ujian Akhir semster ganjil pada tahun ajaran 2012-2013 pada tanggal 11-18 Februari 2013 berlangsung dengan rapi, dimana banyak mahasiswa yang belum memenuhi persyaratan untuk mengikuti UAS di keluarkan langsung dari arena ujian.
ada banyak kendala bagi mahasiswa sehingga tidak terdaftar dalam daftar UAS, bukan karena belum mebayar akan tetapi banyak dari rekan - rekan yang belum terlalu paham dengan jalur dan sistem online yang sedang di kembangkan di STKIP hamzanwadi Selong.
Seperti komentar seorang mahasiswa sebut saja MR menurutnya sistem yang ada sekarang sedikit rumit, ini menurut pengalaman yang di alami dengan beberapa mahasiswa lainnya.
banyak jalaur yang harus di penuhi, MR menuturkan bahwa untuk dapat mengikuti ujian semester tahun ini pertama harus lunar SPP, kedua membayar biaya UAS, setelah itu Slip SPP dan UAS di bawa ke loket Keuangan. setelelah itu baru menuju TU prodi masing-masing, harapannya MR kedepannya ia mengatakan "apa tidak cukup 1 kerja saja, bukankah jalur Online mempermudah bukannya mempersulit"
ada beberapa prodi yang tegas dengan aturan yang di turunkan lembaga, ada juga beberapa prodi yang mengedepankan nasib dari mahasiswanya, sehingga ia memberikan keringan kepada mahasiswa yang terkendala tersebut.
sedikit berbicara mengenai UAS yang sekarang lebih rapi, sebab dosen pengampu tidak lagi mengawas di prodi tempatnya mengajar melaikna di roling ke prodi lainnya. namun masih ada juga dosen yang masih belum percaya dengan karakter mahasiswa sebagai akibat dosen tersebut mengadakan semester duluan. ini salah satu yang menunjukkan bahwa dari dosen sendiri tidak ada kepercayaan terhadap mahasiswa dan terhadap dosen yang mengawas Ujian tersebut.
Lajut dengan suasana UAS disalah satu kelas Prodi pendidikan Biologi tepatnya di kelas VB suasana sangat nyaman. mahasiswa antusias untuk datang lebih pagi dari jadwal semsternya bahkan 1 jam sebelum di mulai mahasisw sudah duduk rapi di bangku ujiannya. tidak seperti waktu pembelajarab berlangsung.
penulis mengamati bahwa bukan faktor kedisiplinan yang membuat mahasiswa lebih awal datang ke kampus namun menurut hasil tanya-tanya dari beberapa mahsiswa banyak yang mengatakan "jika tidak cepat datang maka ia akan dapat bangku terdepan " yang artinya harus duduk didekat pengawas.
inilah realita yang ada, semoga kedepannya jadio lebih baik... :)
mohon maaf jika ada yang tersinggung.
Senin, 04 Februari 2013
Biologi mendapat jatah 5 Kursi di Kepengurusan BEM Periode 2013-2014
Setelah diumumkannya perolehan suara pada pemilu raya mahasiswa STKIP Hamzanwadi Selong yang menetapkan A. Muzakki R sebagai Ketua BEM dan Sidik Mursatu sebagai Sekertaris BEM Periode 2013-2014, dimana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Hamzanwadi Selong sebagai
Organisasi tertinggi di tingkat organisasi kemahasiswaan STKIP
Hamzanwadi Selong, akhirnya melakukan formatur kepengurusan untuk periode 2013-2014 pada tanggal 02 Februari 2013.
Dari hasil formatur tersebut total keseluruhan calon pengurus berjumlah 41 orang diluar Ketua dan sekertaris BEM, 5 orang diantaranya merupakan mahasiswa program Studi Pendidikan Biologi.
Dari ke 5 calon pengurus tersebut 2 orang di posisikan sebagai menteri sedangkan 3 orang diposisikan berada di Departement.
Berikut daftar nama Mahasiswa Biologi dan jabatan yang difungsikan dalam kepengurusan BEM periode 2013-2014:
- Rosihan Anwar Posisi sebagai Menteri Kesejahteraan Mahasiswa
- Saifuddin Zuhri sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi
- Indra Gunawan Hadi sebagai Anggota Departemen Kesejahteraan Mahasiswa dibawah koordinasi kementerian Kesejahteraan Mahasiswa
- Ll. Hendra Posisi sebagai anggota Departemen Advokasi dan kebijakan Publik dibawah Koordinasi Menteri Pendidikan
- Bq. Westi Rohmi sebagai anggota Departement Penelitian dan Pengembangan dibawah koordinasi Menteri Pendidikan
SUSUNAN LENGKAP KEPENGURUSAN BEM STKIP HAMZANWADI SELONG
PERIODE 2013-2014
KETUA : A. MUZAKKI ROHMATULLOH
SEKERTARIS : SIDIK MURSATU
BENDAHARA : APRIZAL
KEMENTERIAN SENI DAN BUDAYA
Kementerian Seni dan Budaya ini hanya membawahi satu buah Departement yaitu Departemen Seni dan Budaya dengan susunan Anggota sebagai berikut:
MENTERI SENI DAN BUDAYA : AWALIN
Departement Seni Budaya dengan Anggota :
- ZULKARNAEN
- AHLAN SUAEDI
- ZIKRUL HASANI
- NISA’UL KHAEROTY
Kementerian Pendidikan ini membawahi dua buah deparement yaitu: 1. Departement Agama, 2. Departement Penelitian dan Pengembangan.
Dengan susunan anggota sebagai berikut :
MENTERI PENDIDIKAN : NURUL WATHONI
Departement Agama, anggota:
- MAKBULLAH
- L. ASROR
- BURHAN
- SAYID
- SAPRIADI
- NASRULLOH
- SURYANI
- WESTI
- MAHARUDDIN
KEMENTERIAN SOSIAL DAN POLITIK
Kementerian Sosial dan Politik Membawahi dua buah departement yaitu: 1. Departement Advokasi dan Kebijakan Publik, 2. Departement Hubungan Masyarakat
Dengan susunan Anggota sebagai berikut:
MENTERI.SOSIAL DAN POLILITK : ARI DARMAWAN
Departement Advokasi dan Kebijakan Publik, Anggota:
- ALWI
- HENDRA
- SURYADI
- L. FATHUL M
- APIPUDDIN
- AZWAR
- MUSTAKIM
- AZWAR PUADI
- M AZWAR H.
Kementerian ini membawahi dua departement yaitu: 1. Departement. Kesejahteraan Mahasiswa, 2.Departement Administrasi dan Kesekertariatan
Dengan susunan Anggota sebagai berikut:
MENTERI KESEJAHTERAAN Mahasiswa : ROSIHAN
Departement. Kesejahteraan Mahasiswa, Anggota
- INDRA
- RAHMAN
- MARWAN H.
Departement Administrasi dan Kesekertariatan, Anggota :
- RAHMAN
- LIA
- MUJITAHID
Kementerian ini hanya membawahi satu buah departement yaitu: Departement Komunikasi dan Informasi
Dengan Susunan anggota Sebagai berikut :
MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI : SAIFUDDIN ZUHRI
Departement Komunikasi dan Informasi, Anggota :
- HAMZANI
- MARDI MAYA AZLINA
- SARIFUDDIN ZUHRI
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Kementerian ini hanya membawahi satu buah departement yaitu Departement Pemberdayaan Perempuan, Dengan Susunan Anggota :
MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN : SULIS
Departement Pemberdayaan Perempuan, Anggota :
- MUSAYANAH
- NIKMAH
- NURUL HUDA
- NURMAYA
- LAILI ALFI RAHMATIN
Label:
Berita
Minggu, 03 Februari 2013
Acara pengajian puncak rangkaian acara Maulid nabi Muhammad saw 12 rabu'ul awal 1434 H
Jum'at 1 februari 2013
Siang, jam 14.30 mahasiswa pendidikan biologi yang tegabung dalam HMPS Pend. Biologi mengikuti pengajian siang memperingati maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabi'ul Awal 1434H yang bertempat di Kebun percobaan Biologi dengan tema "Melalui Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kita kreatifitas, jiwa interprener dan tauladan mahasiswa terhadap Nabi Muhammad SAW" siang itu sungguh berlangsung Khidmah dengan pemateri Ust. Hasan Ashari QH M.Si sebuah kegiatan HMPS yang sangat bermafaat bagi mahasiswa terutama siraman rohani yang akhir akhir ini menjadi Nilai Plus untuk membentuk Keperibadian yang Beriman teguh kepada Sang Khalid.
semoga kegiatan kegiatan seperti ini menjadi keutamaan kita demi memperbanyak ilmu agama dan lebih dekat lagi kepada Allah SWT
Sabtu, 02 Februari 2013
MAKALAH EKOLOGI EVOLUSI EKOSISTEM
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Makhluk hidup dalam
perkembangan dan pertumbuhannya tidak dapat hidup sendiri, selalu memerlukan
makhluk lainnya dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Antara makhluk yang
satu dengan makhluk yang lain selalu berhubungan dan mengadakan kontak yang
saling menguntungkan. Tetapi ada juga sebagian kecil mahkluk hidup yang selalu
merugikan makhluk lain, biasanya makhluk ini disebut dengan parasit.
Ekologi
adalah kajian mengenai interaksi timbal-balik jasad individu, di antara dan di
dalam populasi spesies yang sama, atau di antara komunitas populasi yag
berbeda-beda dan berbagai faktor non hidup (abiotik) yang banyak jumlahnya yang
merupakan lingkungan yang efektif tempat hidup jasad, populasi atau komunitas
itu. Lingkungan efektif itu mencakup kesemberautan pada interaksi antara jasad
hidup itu sendiri. Kaji ekologi itu memungkinkan kita memahami komunitas itu
secara keseluruhan. Guna memastikan kenyataan ini, perlu kiranya diadakan
berbagai percobaan di lapangan, di laboratorium atau di kedua lingkungan itu
sekaligus.
Adapun ekologi sendiri mencakup suatu keterkaitan antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi, sepeti tumbuhan dan sinar matahari, tanah dengan air, yang pada umumnya dikatakan sebagai hukum alam yang berimbang dan biasa disebut ekosisitem. Komponen-komponen dalam ekosistem telah dikelolah oleh alam dan mereka saling berinteraksi. Ada komponen yang bersifat netral, bekerjasama, menyesuaikan diri, bertentangan bahkan saling menguasai. Akan tetapi pada akhirnya antara kekuatan-kekuatan tersebut terjadi keseimbangan.
Untuk mengetahui keterkaitan atau interaksi antara komponen abiotik dengan biotik serta hubungan antara kedua komponen tersebut maka percobaan ini layak dilakukan, karena untuk mengetahui hubungan antara kedua komponen tersebut butuh suatu pengamatan di lapangan. Dalam pengamatan yang dilakukan, ekosisitem yang diamati itu ada dua tempat yaitu padang rumput dan hutan. Dari kedua ekosistem ini akan dihasilkan data-data mengenai jenis-jenis spesies yang ada pada kedua ekosisitem dan dari data yang ada dapat diketahui perbedaan spesies, keanekaragaman spesies, jumlah spesies, peranan dari masing-masing spesies yang nantinya berkaitan dengan jaring-jaring makanan atau food web yang ada pada ekosistem itu serta dari data yang ada dapat dibuat piramida jumlah spesiesnya berdasarkan peranannya masing-masing. Jika semua komponen tersebut sudah di dapat atau diketahui maka dapat diketahui perbedaan dari kedua ekosistem tersebut, dan mengapa hal itu terjadi serta apa penyebabnya. Hal ini nantinya dikaitkan dengan keadaan dari masing-masing ekosistem yang diamati.
Satu ciri mendasar pada ekosistem adalah bahwa ekosistem itu bukahlah suatu sistem yang tertutup, tetapi terbuka dan daripadanya energi dan zat terus-menerus keluar dan digantikan agar sistem itu terus berjalan. Sejauh yang berkenaan dengan struktur, ekosistem secara khas mempunyai tiga komponen biologi, yaitu; produsen (jasad autotrof) atau tumbuhan hijau yang mampu menambat energi cahaya; hewan (jasad heterotrof) atau kosumen makro yang menggunakan bahan organik; dan pengurai, yang terdiri dari jasad renik yang menguraikan bahan organik dan membebaskan zat hara terlarut.
Adapun ekologi sendiri mencakup suatu keterkaitan antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi, sepeti tumbuhan dan sinar matahari, tanah dengan air, yang pada umumnya dikatakan sebagai hukum alam yang berimbang dan biasa disebut ekosisitem. Komponen-komponen dalam ekosistem telah dikelolah oleh alam dan mereka saling berinteraksi. Ada komponen yang bersifat netral, bekerjasama, menyesuaikan diri, bertentangan bahkan saling menguasai. Akan tetapi pada akhirnya antara kekuatan-kekuatan tersebut terjadi keseimbangan.
Untuk mengetahui keterkaitan atau interaksi antara komponen abiotik dengan biotik serta hubungan antara kedua komponen tersebut maka percobaan ini layak dilakukan, karena untuk mengetahui hubungan antara kedua komponen tersebut butuh suatu pengamatan di lapangan. Dalam pengamatan yang dilakukan, ekosisitem yang diamati itu ada dua tempat yaitu padang rumput dan hutan. Dari kedua ekosistem ini akan dihasilkan data-data mengenai jenis-jenis spesies yang ada pada kedua ekosisitem dan dari data yang ada dapat diketahui perbedaan spesies, keanekaragaman spesies, jumlah spesies, peranan dari masing-masing spesies yang nantinya berkaitan dengan jaring-jaring makanan atau food web yang ada pada ekosistem itu serta dari data yang ada dapat dibuat piramida jumlah spesiesnya berdasarkan peranannya masing-masing. Jika semua komponen tersebut sudah di dapat atau diketahui maka dapat diketahui perbedaan dari kedua ekosistem tersebut, dan mengapa hal itu terjadi serta apa penyebabnya. Hal ini nantinya dikaitkan dengan keadaan dari masing-masing ekosistem yang diamati.
Satu ciri mendasar pada ekosistem adalah bahwa ekosistem itu bukahlah suatu sistem yang tertutup, tetapi terbuka dan daripadanya energi dan zat terus-menerus keluar dan digantikan agar sistem itu terus berjalan. Sejauh yang berkenaan dengan struktur, ekosistem secara khas mempunyai tiga komponen biologi, yaitu; produsen (jasad autotrof) atau tumbuhan hijau yang mampu menambat energi cahaya; hewan (jasad heterotrof) atau kosumen makro yang menggunakan bahan organik; dan pengurai, yang terdiri dari jasad renik yang menguraikan bahan organik dan membebaskan zat hara terlarut.
2. TUJUAN
§ Dapat mengetahui
mekanisme ekosistem di awal terbentuknya
§ Dapat mengetahui
proses yang terjadi dari mulai terbentuknya ekosistem sampai kondisi yang kita
ketahui terakhir
§ Dapat mengetahui
dampak proses – proses di kehidupan mendatang jika ada gangguan
§ Dapat memperkirakan
kondisi ekosiste di asa mendatang
3. RUMUSAN MASALAH
· Bagaimanakah mekanisme terbentuknya ekosistem di awal terbentuknya ?
· Apa saja proses yang terjadi dari mula terbentuknya ekosistem tersebut sampai ke kondisi yang telah kita ketahui terakhir ?
· Apakah proses – proses tersebut terus terjadi di waktu mendatang jika tidak terjadi gamgguan pada ekosistem tersebut ?
· Bagaimanakah kondisi ekosistem yang kita amati tersebut di masa – masa mendatang ?
4. DASAR TEORI
Dalam tingkat organisasi kehidupan, ekosistem merupakan area alam yang berlangsung interaksi antara makhluk hidup dan tak hidup, sehingga terjadi pertukaran material antara biotik dan abiotik. Didalam suatu komunitas pada dasarnya tersusun atas komunitas-komunitas. Peristiwa aliran energi yang berlangsung didalam ekosistem lebih kompleks dibandingkan dengan komunitas. Hubungan yang kompleks antara spesies dalam ekosistem disebut dengan istilah jarring-jaring makanan. Selain itu, didalam suatu ekosistem juga berlangsung perputaran materi yang bersifat siklis. Ekosistem hutan merupakan bagian ekosistem terrestrial. Didalam suatu ekosistem hubungan antara organisme dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Aliran energi (arus energi) dapat berlangsung dengan berbagai jalan. Pengamatan suatu ekosiste, tidak mudah dilakukan, diperlukan waktu yang lama. Bahkan dikatakan mungkin tidak ada suatu ekosistem pun yang dapat dipahami seluruhnya. Untuk itu diperlukan penelitian terus-menerus.
Ekosistem terbentuk karena adanya komunitas, suatu system yang hidup dan tumbuh sekaligus sebagai siste, dinamis.
Soerianegara dan indrawan (1982) mengemukakan bahwa komunitas hutan merupakan suatu system yang hidup dan tumbuh karena komunitas itu terbentuk secara berangsur-angsur melalui beberapa tahap invansi oleh tumbuhan, adaptasi, dan stabilisi. Perubahan dalam komunitas selalu terjadi bahkan dalam komunitas hutan yang stabilpun selalu terjadi perubahan, misalnya pohon-pohon yang sudah tua mengalami tumbang dan mati. Terjadilah perbukaan atau tajuk hutan, sehingga sinar matahari dapat masuk ke lapisan tajuk bagian bawah maka anak pohon dapat tumbuh dengan baik sehingga menyusun lapisan tajuk atasnya kembali( Inriyanto. 1982: 121).
Komponen–komponen pembentuk ekosistem dari masing-masing ekosistem itu berbeda-beda, hal ini ditunjukkan dengan jenis-jenis organisme dan komponen abiotik dari kedua ekosistem tersebut yang juga berbeda, dimana suhu pada kedua tempat tersebut masing-masing untuk hutan sebesar 31ºC sedangkan pada padang rumput sebesar 34ºC. perbedaan iklim ini disebabkan karena hutan seperti yang diketahui dapat menciptakan iklim mikro sedangkan pada padang rumput cahaya matahari langsung menyinari areal sehingga suhunya lebih tinggi daripada hutan.
Komponen-komponen ekosistem yang ada pada hutan ini adalah mulai dari tingkat produsen yaitu semua jenis tanaman heterotrof yang ada, tingkat konsumen I yaitu hewan herbivore dan konsuen tingkat II adalah hewan karnivora.
Dari tabel hasil yang sudah ada dapat dilihat jenis spesies yang ada pada ekosistem ini, dimana jenis tumbuhannya sangat beranekaragam dari tingkat stratum yaitu mulai dari strata A sampai dengan strata tumbuhan bawah tanah seperti perdu atau semak. Dari sini dapat dilihat bahwa persaingan yang terjadi pada ekosistem ini sangat tinggi terutama dalam memperoleh sinar matahari, karena jumlah produsen pada ekosistem ini sangat banyak dan masing-masing pasti membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.
Bila sejumlah organisme bergantung pada sumber yang sama, persaingan akan terjadi. Persaingan demikian dapat terjadi antara anggota-anggota spesies yang berbeda (persaingan interspesifik) atau antara organisme yang sama (persaingan intraspesifik). Persaingan dapat terjadi dalam makanan atau ruang. Persaingan interspesifik yang dapat terjadi pada ekosistem ini dapat dilihat dari food web yang terjadi yaitu antara nyamuk dengan pacat, dimana mereka sama-sama bersaing dalam memakan dengan kata lain menghisap darah manusia. Sedangkan untuk yang intraspesifik yaitu antara produsen itu sendiri dalam memperoleh sinar matahari, antara hewan yang satu dengan hewan yang lain dalam satu jenis sepertibelalang dengan belalang dalam memperoleh tanaman muda yang dapat untuk dimakan.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1. Mekanisme proses terbentuknya ekosistem
Ekosistem darat (hutan)
Pada awal mula terbentuknya
ekosistem ini adalah keberadaan komponen abiotik, yaitu tanah dan bebatuan yang
berada pada permukaan tanah tersebut. Terdapat pula mata air yang muncul dari
dalam tanah. Komponen biotik pertama yang muncul adalah berupa tumbuhan lumut,
dimana tumbuhan ini merupakan tumbuhan perintis yang dapat tumbuh dikondisi
ekstrim, yaitu di permukaan bebatuan yang cadas sekalipun. Adanya tumbuhan
perintis atau lumut memungkinkan untuk tumbuhan lain juga tumbuh. Ketersediaan
tanaman mengundang makhluk hidup lain dari kelompok hewan untuk mendiami tempat
tersebut, karena adanya ketersediaan adalah tumbuhan maka hewan yang datang
adalah hewan herbivore ( pemakan tumbuhan ), misalnya rusa, jerapah serta
beberapa jenis burung dan serangga. Dari komponen yang sudah ada maka ditempat
tersebut sudah dapat dikatakan ekosistem karena sudah ada komponen biotik dan
abiotiknya.
Namun adanya hewan herbivora akan mengundang hewan pemakan daging ( karnivora ) untuk datang, misalnya ular, harimau, burung elang dsb. Ekosistem sudah terbentuk dan berjalan seperti yang sudah digambarkan, adanya peristiwa makan dan dimakan ( rantai makanan ) sampai kedatangan manusia yang mengubah susunan dan fungsi ekosistem tersebut. Manusia mulai melakukan kegiatan – kegiatan yang dapat dikatakan merusak. Yaitu melakukan penebangan – penebangan tanaman dan perburuan terhadap binatang – binatang yang tentu saja akan mengurangi komponen ekosistem yang ada sampai pada puncakanya komponen ekosistem akan habis dan ekosistem akan rusak.
2. Proses yang terjadi dari mula terbentuknya ekosistem tersebut sampai kondisi terakhir yang kita ketahui
Dari awal mula hingga akhir terbentuknya ekosistem terjadi beberapa proses diantaranya :
a. Pertunbuhan populasi
Semua makhluk hidup memiliki potensi tumbuh yang tinggi pada kondisi optimum. Di dalam ekosistem, semua komponen biotik jumahnya akan meningkat dengan cepat secara aamiah, dan bila tidak di batasi. Factor keahiran yang mendukung tingginya pertumbuhan populasi. Jumlah kelahiran dan kematian mungkin berfluktuasi secara luas sebagai respon terhadap pengaruh lingkungan yang berbeda, tetapi jumlah itu mendekati seimbang daam waktu yang lama. Interaksi spesies, seperti predasi, kompetisi, dan herbivore akan mengatur naik turunnya pertumbuhan populasi.
b. Interaksi antar spesies
Organisme tidaka dapat hidup sendirian di alam, tetapi hidup bersama dengan organisme dari spesies lain. Mereka akan saling berinteraksi, interaksi antar spesies ada yang bersifat positif ada juga yang bersifat negative. Interaksi positif dintaranya simbiosis mutualisme dan komensalisme. Interaksi negative yaitu adanya kompetisi dan predasi.
c. Kepunahan
Kepunahan menggambarkan ketidakmampuan populasi di dalam suatu ekosistem untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah, juga kesuksesan evolusi popuasi yang lebih baik mampu beradaptasi lebih baik pula. Karena itu penggantian spesies oleh spesies lain yang lebih sukses mungkin suatu bentuk seleksi dari populasi dan bukan individu yang membawa sifat – sifat baik
d. Produksi primer
Di sini yang dikatakan produksi primer adalah tumbuhan yang menangkap energy sinar matahari dan mengubahnya menjadi energy kimia dalam bentuk senyawa organic atau proses fotosintesis. Produksi primer ekosistem darat biasanya diprakirakan dari kenaikan tahunan biomassa tubuh tumbuhan.
e. Aliran energy
Fotosintesi dan produksi primer menyediakan energy bagi komunitas. Herbivore makan tumbuh – tumbuhan, karnivora makan hebivora, dan seterusnya karnivora dimakan karnivora yang lain, begitu seterusnya sehingga terbentuklah rantai makanan, yaitu adanya aliran energy.
f. Suksesi
Suksesi adaah proses perubahan terarah yang universal dari vegetasi dalam skala waktu ekologi. Perubahan ini merupakan perubahan komposisi komunitas. Komunitas selalu mengalami perubahan. Biamana komunitas terganggu, misalnya hutan ditebang untuk diambi kayunya, maka daerah ini dengan cepat akan dihuni oleh bermacam – macam spesies yang selanjutnya memodifikasi satu atau lebih factor lingkungan. Modifikasi lingkungan ini pada gilirannya memungkinkan spesies baru menjadi mapan.
3. Apakah Proses – proses tersebut akan terus terjadi di waktu mendatang jika tidak terjadi gangguan pada ekositem tersebut
Ya, selama tidak ada gangguan baik dari dalam maupun dari luar, dari alam maupun dari tangan manusia,maka ekosistem tersebut akan tetap ada,tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.
4. Kondisi ekosistem yang kita amati di masa – masa mendatang
Ekosistem akan dihadapkan pada perubahan lingkungan yang berpotensi akan menyebabkan kepunahan. Perubahan iklim,kompetitor, pemangsa dan penyakit yang merupakan tantangan. Sebab – sebab kepunahan atau rusaknya ekosistem hutan adalah :
- Jika dilihat akhir – akhir ini banyak sekali manusia yang melakukan perusakan terhadap hutan,misalnya penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian tentu saja kondisi hutan akan memprihatinkan, tidak ada lagi hewan – hewan yang dapat tinggal dan bernaung di dalamnya. Tidak hanya factor biotiknya yang berpengaruh namun dampak dari hal tersebut akan dapat menimbulkan banjir karena sudah tidak ada lagi penyerap – penyerap air saat hujan turun. Banjir yang terjadi juga ikut merusak komponen abiotiknya, hanyutnya lapisan tanah bersama batu – batuan.
- Pemburuan liar secara besar - besaran yang dapat juga menyebabkan kepunahan pada hewan – hewan hutan.
- Polutan. Zat kimia beracun yang merupakan agen kepunahan baik bagi hewan maupun tumbuhan
Namun apabila hutan tetap dijaga kelestariannya, maka saat ini dan di masa yang akan datang,ekosistem hutan akan tetap ada dan terus terjaga.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Setelah melakukan pengamatan yang dilakukan pada ekosiste hutan dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen ekosistem hutan tersebut sangat bermacam-maca. Dapat dilihat dari jenis-jenis tumbuhan hewan dan lingkungannya yang berada didalamnya. Semua makhluk hidup tergantung dengan makhluk hidup lainnya. Ketergantungan ini menjadikan adanya pertukaran material antara biotik dan abiotik, sehingga terbentuknya tingkat-tingkat organisme kehidupan.
Dari awal mula hingga akhir terbentuknya ekosistem terjadi beberapa proses diantaranya : Pertunbuhan populasi, Interaksi antar spesies, Kepunahan, Produksi primer, Aliran energy, Suksesi.
Selama tidak ada gangguan baik dari dalam maupun dari luar, dari alam maupun dari tangan manusia,maka ekosistem tersebut akan tetap ada,tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA
Euwasie.1990.Ekologi Tropika. Bandung : ITB
Indriyato. 1982. Ekologi Hutan. Jakarta: Buku Aksara
Hadisubroto,Tisno.1989.Ekologi Dasar.Jakarta:Depdikbud
Sabtu, 26 Januari 2013
Makanan
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan,
dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi. Cairan
yang dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman,
tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang
dipakai dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Kecukupan
makanan dapat dinilai dengan status gizi secara antropometri.
Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya dibuat melalui bertani atau
berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Beberapa orang menolak
untuk memakan Makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain.
Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai Makanan pokok mereka.
Pada umumnya bahan Makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain.
| Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia | ||
| NO | Sumber tumbuhan | Sumber Hewan |
| 1. 2. 3. 4. 5 . 6. 7 |
|
|
Setiap makhluk hidup membutuhkan Makanan. Tanpa Makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan Makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia, baik otak maupun badan. Setiap Makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, dan lemak adalah salah satu contoh gizi yang akan didapatkan dari Makanan.
Setiap jenis gizi mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga sehari-hari. Salah satu contoh Makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan, baik otak maupun tubuh. Lemak digunakan oleh tubuh sebagai cadangan Makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh saat membutuhkan energi.
Dapat dipastikan bahwa setiap negara mempunyai Makanan khas masing-masing.
Setiap jenis gizi mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga sehari-hari. Salah satu contoh Makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan, baik otak maupun tubuh. Lemak digunakan oleh tubuh sebagai cadangan Makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh saat membutuhkan energi.
Dapat dipastikan bahwa setiap negara mempunyai Makanan khas masing-masing.
(sumber: http://biotakson.blogspot.com/2013/01/makanan.html)
Label:
Ilmu Gizi
Senin, 22 Oktober 2012
Oomycota fungi
Oomycetes adalah kelompok protista uniseluler yang berfilamen. Anggota-anggotanya secara fisik mirip dengan fungi, sehingga pernah dimasukkan sebagai anggota fungi. Dalam bahasa Inggris disebut juga sebagai water moulds ("jamur air") karena kebiasaannya yang tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembaban yang tinggi dan berair.
Oomycetes berbeda dari fungi karena dinding selnya terbuat dari selulosa, bukan kitin, sehingga ia lebih dekat pada alga dan tumbuhan. Dalam reproduksi vegetatif, sel-selnya memiliki inti diploid, padahal pada fungi memiliki inti haploid. Organisme ini berhubungan lebih dekat dengan organisme seperti alga coklat dan diatom daripada dengan fungi dan tergolong dalam filum Heterokonta. Nama ini berasal dari tahap sel motil (bergerak) yang berciri memiliki dua flagella tidak sama panjang. Beberapa anggota Oomycetes memproduksi spora aseksual yang disebut zoospora. Mereka juga memproduksi spora seksual yang disebut oospora.
- Oomycetes (dibaca seperti "o-o-mi-sétès"), dikenal juga dengan jamur air, adalah kelompok protista bersel tunggal yang berfilamen. Anggota-anggotanya secara fisik mirip dengan fungi (jejamuran),
- Oomycota Sebenarnya bukan merupakan jamur, bukanlah tumbuhan, dan bukanlah fungi namun kelompok protista ]
- Dapat berupa saprofit maupun parasit
- Benang-benang hifa penyusun tubuhnya tidak bersekat, di dalamnya terdapat inti yang jumlahnya banyak
- Hifa ini umunya tidak mempunyai dinding pemisah melintang (septa) sehingga membentuk sel multinuclear dan plasma sel bersambungan
- Dinding selnya tersusun oleh zat selulosa dan berbeda dengan fungi yang tersusum atas kitin
- Cabang hifa bersifat sama dengan induknya dan tumbuh anyam-menganyam,arah tumbuh hifa mengikuti khemotropi,yaitu mengarah ke sumber zat hara organic
- Hifa pada jamur ini bersifat senositik, yaitu tidak bersekat-sekat sehingga inti sel banyak tersebar di dalam protoplasma.
- Dinding selnya tersusun atas selulosa, hal inilah yang membedakan dengan golongan jamur lainnya.
- Pertumbuhan hifa jamur terjadi pada bagian ujungnya yang menghasilkan beberapa percabangan.
- Pada akhir ujung percabangan itu terbentuk gelembung sporangium yang dipisahkan oleh sekat.
- Hal ini merupakan awal perkembangbiakan jamur secara tidak kawin (aseksual).
- Dalam sporangium terdapat protoplasma yang banyak mengandung inti sel.
- Protoplasma akan terbagi-bagi dan setiap bagian memperoleh satu inti sel yang berkembang menjadi spora dengan dua flagel sebagai alat geraknya.
- Spora yang mempunyai flagel disebut zoospora yang merupakan ciri khas Oomycotina.
- Selanjutnya, zoospora akan keluar dari sporangium kemudian melepaskan flagelnya sambil membentuk dinding selulosa.
- Jika zoospora ini sampai di tempat yang sesuai, maka akan menjadi tumbuh hifa baru.
A. CIRRI CIRI OOMYCOTINA
Merupakan kelompok protista uniseluler yang berfilamen, anggota-anggotanya secara fisik mirip fungi, sehingga pernah dimasukkan sebagai anggota fungi dalam bahasa inggris disebut juga water moulds (jamur air), karena kebiasaannya yang tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembaban yang tinggi dan berair.
Ciri-ciri Oomycetes
1. Miselium terdiri atas hifa yang tidak bersekat, bercabang-cabang dan memiliki banyak inti.
2. Sebagian oomycetes hidup diair dan didarat.
3. Tumbuh dalm kondisi kelembaban yang tinggi dan berair.
4. Dinding selnya terbuat dari selulosa.
5. Hidup sebagai parasit dan saprofit
6. Perkembangbiakan oomycetes dengan perkembangbiakan vegetatif bagi yang hidup diair dengan zoospora, dan yang hidup didarat dengan sporangium/konidium.
7. Perkembangbiakan secara generatif dengan cara oogenida.
B. HABITAT
Oomycotyna hidup did an tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembapan yang tiunggi bsehingga dalam bahasa inggris oomycota disebut water moulds ("jamur air
C. REPRODUKI
Reproduksi seksual
+ Morfologis dibedakan gametangia:
- Hifa seperti antheridia
Tertarik untuk Oogonium oleh hormon dan mengembangkan tabung pembuahan
- bulat oogonium
Satu atau lebih Oospora di Oogonium
+ Divisi meiosis terjadi secara simultan di antheridia dan oogonium sebelum fertilisasi
+ Karyogami terjadi pada oosphere untuk membentuk oospora
Berumah satu, yaitu hermatofrodit
Bereproduksi secara seksual maupun aseksual
Seksual = pembentukan oospora dari pertemuan gamet jantan + betina
Aseksual = pembentukan zoospora oleh sporangium
Alat kelamin yaitu Oogonium = betina, anteridium = jantan, Zoospora =???
Reproduksi aseksual
Tahap zoospora primer yang terbentuk di sebagian besar spesies, tapi mungkin dikurangi
- achlya dan aphanomyces
uninukleat protoplas emarge dari zoospoangium dan encyst pada pembukaan atau immedieately setelah rease
- dictyuchus
kista terbentuk di dalam zoosporangium
- saprolengnia
motil, zoospora primer dibebaskan dari zoosporangium
D. KELASIFIKASI
Kelas oomycota dibagi menjadi 4 ordo
Klasifikasi awal menempatkan Oomycetes (secara harafiah berarti "jamur telur") sebagai kerabat jamur karena penampilannya yang mirip miselia. Namun demikian, ada beberapa ciri yang unik yang berbeda dari fungi lainnya. Oomycetes memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa, berbeda dari fungi, yang tersusun dari kitin, sehingga ia lebih dekat pada alga dan tumbuhan. Dalam fase vegetatif dari pergiliran keturunannya, sel-selnya memiliki inti diploid, padahal fungi memiliki inti haploid. Berdasarkan kajian biologi molekuler, organisme ini ternyata berhubungan lebih dekat dengan alga coklat dan diatom daripada dengan fungi, sehingga digolongkan dalam filum Heterokontophyta. Nama ini berasal dari tahap sel motil (bergerak) yang berciri memiliki dua flagella tidak sama panjang. Beberapa anggota Oomycetes memproduksi spora aseksual yang disebut zoospora. Mereka juga memproduksi spora seksual yang disebut oospora
1. Ordo saprolegniales
"Air cetakan"
Saprotrophs (air tawar dan tanah), atau parasit (tumbuhan dan hewan)
Aphanomyces - gula bit, kacang polong, lobak, tanaman akuarium
Achlya, Aphanomyces dan Saprolegnia-ikan, krustasea
Primer dan sekunder zoospora
Berserabut talus, bercabang
Stout, peningkatan hifa coenocytic diameter karena usia
Gemmae = segmen hifa dengan sitoplasma padat
2. Ordo laptomitales
Aquatic & saprotrophic
Talus berserabut, constrictions rutin terpasang dengan butiran seluler
Primer & sekunder zoospora (beberapa spesies)
3. Ordo legenidales
Sebagian besar air dan parasit pada jamur, ganggang dan kelautan larva Crustacea
Olpidiopsis-endoparasite dari Saprolegniales
Lagenidium-endoparasit ganggang laut dan larva Crustacea
Endobiotic, monocentric
4. Ordo peronoproles
Aquatic, saprotrophic - umumnya di genangan air dan tercemar
Thallus:
Meningkat dan bercabang
Terlampir oleh rhizoids
Cabang dan organ reproduksi terbatas di dasar dan terhubung dengan butiran cellulin
Sekunder zoospora hanya
Kecenderungan metabolisme fermentasi
E. PERTUMBUHAN
Dalam mikrobiologi difinisi pertumbuihn adalah pertambahan volume sel, karena ada pertambahan protoplasma dan pembelahan mitosis, pertambahan volume sel tersebut adalah irevelsibel, artinya tidak dapat kembali keposisi semula. Pada pertumbuhan oomycota karena masa sel itu berasal dari satu sel, jadi sesuatu yang semua tidak terlihat yaitu spora atau konidia menjadi miselium menjadi koloni yang dapat terlihat.
Secara sistematis pertumbuhan jamur ini meliputi
Konidia berkecambah hifa anastomosis hifa – hifa miselium jala hipa
Anastomosis adalah : saat dimana protoplasma akan mengalir ke semua sel hifa
Setiap mikroorganisme mempunya kurva pertumbuhan
1. Fasse lag : pase penyesuaian
2. Fase akslerasi : mulainya sel – sel membelah
3. Fase eksponensial : perbanyakan jumlah sel
4. Fase deselarasi : sel mulai kurang aktif membelah
5. Fase stasioner : jumlah sel yang bertambah dan sel yang mati relatif seimbang
6. Fase kematian dipercepat : lebih banyak sel yang mati relatif dibandingkan dengan perbanyakannya
Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fungi khusu pada Oomycetes
1. Substerat
2. Kelembapan 100% air
3. Suhu
4. Derajat keasaman
5. Senyawa – senyawa kimia di lingkungan
F. PERAN
Organisme ini berperan secara ekonomi dan ilmiah. Peran ekonominya kebanyakan negatif, banyak anggotanya yang merupakan patogen tumbuhan yang berbahaya karena dapat menghancurkan pertanaman. Phytophthora menyebabkan penyakit layu bibit, hawar kentang, busuk buah, dan busuk akar. Pythium memberikan gejala penyakit yang sama. Peronospora dan Peronosclerospora adalah penyebab penyakit bulai (downy mildew) pada beberapa serealia yang menyebabkan kerugian hingga 100%
Jumat, 03 Agustus 2012
Ikan Juga Bisa Kena Kanker Kulit
CANBERRA - Para nelayan lokal di perairan Australia, menemukan ikan "rambo" yang menunjukkan adanya bekas luka dalam bagian tubuh mereka. Peneliti mengungkapkan, selain luka, kulit ikan itu pun menghitam, mengindikasikan adanya penyakit kanker kulit pada tubuh hewan tersebut.
Dilansir Newscientist, Kamis (2/8/2012), ikan tersebut diketahui merupakan jenis Trout, yang hidup di Great Barrier Reef, Australia. Ikan tersebut mengundang perhatian para peneliti, termasuk Michael Sweet di Newcastle University, Inggris.
Sweet dan timnya mengesampingkan dugaan bahwa luka dan warna menghitam pada kulit ikan itu adalah penyakit jamur. Tampak seperti bercak melanoma pada manusia, ikan jenis Trout itu sebenarnya mengidap gejala kanker kulit.
Menurut jurnal PLoS One, penyebab yang paling mungkin terkait kanker kulit pada Trout yang hidup di air tawar, adalah disebabkan lubang ozon. Lubang ozon itu mengalami peningkatan radiasi dan dapat menjelaskan tingginya prevalensi penyakit sebesar 15 persen dari sampel ikan.
Wikipedia menerangkan, Trout merupakan spesies ikan yang hidup di air tawar. Kata Trout digunakan sebagai bagian dari nama ikan non-salmonid seperti cynoscion nebulosus.
Trout memiliki kekerabatan dekat dengan ikan salmon dan char. Hewan yang hidup di air dengan suhu 10 - 16 derajat celcius ini menjadi sumber makanan bagi manusia dan satwa liar, termasuk beruang cokelat serta burung pemangsa seperti elang. (fmh)
(sumber: Okezone)
Dilansir Newscientist, Kamis (2/8/2012), ikan tersebut diketahui merupakan jenis Trout, yang hidup di Great Barrier Reef, Australia. Ikan tersebut mengundang perhatian para peneliti, termasuk Michael Sweet di Newcastle University, Inggris.
Sweet dan timnya mengesampingkan dugaan bahwa luka dan warna menghitam pada kulit ikan itu adalah penyakit jamur. Tampak seperti bercak melanoma pada manusia, ikan jenis Trout itu sebenarnya mengidap gejala kanker kulit.
Menurut jurnal PLoS One, penyebab yang paling mungkin terkait kanker kulit pada Trout yang hidup di air tawar, adalah disebabkan lubang ozon. Lubang ozon itu mengalami peningkatan radiasi dan dapat menjelaskan tingginya prevalensi penyakit sebesar 15 persen dari sampel ikan.
Wikipedia menerangkan, Trout merupakan spesies ikan yang hidup di air tawar. Kata Trout digunakan sebagai bagian dari nama ikan non-salmonid seperti cynoscion nebulosus.
Trout memiliki kekerabatan dekat dengan ikan salmon dan char. Hewan yang hidup di air dengan suhu 10 - 16 derajat celcius ini menjadi sumber makanan bagi manusia dan satwa liar, termasuk beruang cokelat serta burung pemangsa seperti elang. (fmh)
(sumber: Okezone)
Kamis, 02 Agustus 2012
Senyawa Penghambat Diabetes Dalam Kunyit
Sebuah senyawa yang terkandung dalam suplemen yang juga ditemukan dalam bumbu kari dapat membantu mencegah diabetes berisiko tinggi, menurut sebuah studi di Thailand. Para peneliti yang mempublikasikannya dalam jurnal Diabetes Care, menemukan dosis kurkumin dalam kunyit dapat mencegah diabetes nagi penderita pradiabetes. "Karena manfaat dan keamanan dari senyawa ini, kami menyarankan ekstrak kurkumin digunakan untuk terapi intervensi bagi penderita pradiabetes," ujar Somlak Chuengsamarn dari Srinakharinwirot University di Nakomnayok, Thailand. Untuk mengetahui keunggulan dari senyawa ini, peneliti melibatkan 240 orang dewasa Thailand dengan pradiabetes yang mengkonsumsi kapsul kurkumin atau plasebo.
Para peneliti menemukan bahwa suplemen ini mampu meningkatkan fungsi beta-sel, yaitu sel-sel dalam pankreas yang mengatur hormon insulin pada gula darah. Mereka berspekulasi bahwa efek anti-inflamasi kurkumin membantu melindungi beta-sel dari kerusakan. "Hal ini terlihat menjanjikan , tetapi masih ada banyak pertanyaan, "kata Constance Brown-Riggs, seorang terapis diabetes bersertifikat dan juru bicara Akademi Gizi dan Diet.
"Jika saya sedang berbicara dengan pasien tentang hal ini, aku akan menyarankan mereka untuk mengikuti pola hidup sehat secara keseluruhan," katanya.
(sumber: Pengajar Plus)
Label:
Ilmu Gizi
,
Pengetauan Umum
,
Umum
Senin, 02 Juli 2012
Penemuan Udang Raksasa
Ada penemuan terbaru, yaitu udang raksasa, atau ilmuwan menyebutnya “Supergiant Crustacea”. Ini bukan lobster tapi udang. Ditemukan di Palung Kermadec, perairan Selandia Baru, di kedalaman 7 kilometer pada Kamis, 2 Februari 2012. Hewan yang masuk tipe Amphipod, jenis udang-udangan atau crustacea yang hidup tanpa karapas, itu memiliki panjang 34 sentimeter atau 10 kali lebih besar dibandingkan udang pada umumya yang memiliki panjang 2-3 sentimeter.
Alam Jamieson, dari Laboratorium Kelautan di University of Aberdeen, menjelaskan temuan ini. "Udang ini hampir menyerupai kecoa yang berkaki panjang,” katanya. "Saya berpikir sejenak, hewan apa itu? Amphipod ini jauh lebih besar dari yang pernah saya perkirakan."
Hewan langka itu ditemukan dengan menggunakan sebuah logam perangkap yang dilengkapi kamera berlapis kaca safir untuk melindungi dari arus laut dalam. Dalam penjelajahan bawah laut, tim ilmuwan University of Aberdeen, Skotlandia, dan National Institute of Water and Atmospheric Research (Niwa), Selandia Baru, berhasil membuat tujuh spesimen masuk ke perangkap logam itu, sementara sembilan lainnya hanya tertangkap kamera .
Kemudian spesimen terbesar dibawa ke kapal untuk diukur. Hasil tangkapan kamera menunjukkan hewan itu memiliki panjang 34 sentimeter, namun ketika diukur ulang, panjangnya 28 sentimeter.
Amphipoda biasanya hidup di wilayah laut dalam seperti palung, lembah, dan dasar laut. Hewan ini juga mampu hidup hingga kedalaman 11 kilometer atau hampir mencapai dasar laut. Hewan-hewan kecil dengan pergerakan aktif biasa ditemukan di laut dalam yang tekanan arusnya dapat mencapai ribuan kali lebih kuat dibanding permukaan laut. Mereka umumnya berukuran 2-3 sentimeter. Kebanyakan ditemukan di wilayah Antartika.
Nama Supergiant awalnya diberikan saat penemuan spesimen serupa pada 1980 di pantai Hawai. Saat itu udang yang ditemukan ukurannya 10 sentimeter. Dr Ashley Roden dari Niwa berkata, “Semakin Anda mencarinya, maka Anda akan semakin menemukannya”. “Bagi hewan sebesar itu, dengan jarak waktu penemuan yang sangat lama, menunjukkan banyaknya spesimen di laut Selandia Baru yang tidak kita ketahui,” ujar Roden.
Ilmuwan dikejutkan dengan banyaknya penemuan bawah laut. Hal tersebut memberikan pemahaman baru bahwa laut dalam yang selama ini disebut sebagai tempat yang dingin, gelap, dan memiliki tekanan yang tinggi, di dalamnya terdapat keanekaragaman makhluk hidup. Selain Amphipod, mereka juga menemukan jenis hewan lainnya bernama Isopod yang disebut “Snailfish”, yang hidup di kedalaman 7,7 kilometer.
(sumber: http://www.okebiologi.info/)
Keunikan Sidik Jari
Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.
Ada tiga jenis sidik jari yaitu Whorl (lingkaran), Loop (sangkutan) dan Arch (busur).
Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik.
Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati.
Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut. Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :
Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut. Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :
* Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.
* Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.
* Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.
* Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.
* Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.
Perkenalan Fingerprint Test
FT (fingerprint test) alias uji membaca sidik jari adalah metode berlandaskan dermatoglyphic, ilmu pengetahuan yang usianya ratusan tahun. FT adalah genetik blueprint.
Dermatoglyphic dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.
Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958).
Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.
Tahap Fingerprint Test
Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.
Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.
Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.
(sumber: http://www.planetbumi.com)
Dermatoglyphic dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.
Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958).
Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.
Tahap Fingerprint Test
Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.
Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.
Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.
(sumber: http://www.planetbumi.com)
BIOTEKNOLOGI MODERN DAN KONVESIONAL
A. PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI
B. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL DAN MODERN
1. Pengolahan Bahan Makanan
a. Pengolahan produk susu
Susu dapat diolah menjadi bentuk-bentuk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
1) Yoghurt
2) Keju
3) Mentega
b. Produk makanan nonsusu
1) Kecap
2) Tempe
c) Tape
2. Bioteknologi Bidang Pertanian
a. Penanaman secara hidroponik
b. Penanaman secara aeroponik
3. Bioteknologi Modern
a. Rekayasa genetika
1) Transplantasi inti
2) Fusi sel
a) sel sumber gen (sumber sifat ideal);
b) sel wadah (sel yang mampu membelah cepat);
c) fusigen (zat-zat yang mempercepat fusi sel).
3) Teknologi plasmid
Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat di dalam sel bakteri atau ragi di luar kromosomnya. Sifat-sifat plasmid, antara lain:
a) merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu;
b) dapat beraplikasi diri;
c) dapat berpindah ke sel bakteri lain;
d) sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan plasmid induk.
Karena sifat-sifat tersebut di atas plasmid digunakan sebagai vektor atau pemindah gen ke dalam sel target.
4) Rekombinasi DNA
1) Struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama.
2) DNA dapat disambungkan
b. Bioteknologi bidang kedokteran
1) Pembuatan antibodi monoklonal
b) mengikat racun dan menonaktifkannya;
c) mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.
2) Pembuatan vaksin
3) Pembuatan antibiotika
4) Pembuatan hormon
c. Bioteknologi bidang pertanian
1) Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
2) Pembuatan tumbuhan tahan hama
d. Bioteknologi bidang peternakan
e. Bioteknologi bahan bakar masa depan
f. Bioteknologi pengolahan limbah
Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. Ilmu-ilmu pendukung dalam bioteknologi meliputi mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi sel, teknik kimia, dan enzimologi. Dalam bioteknologi biasanya digunakan mikroorganisme atau bagian-bagiannya untuk meningkatkan nilai tambah suatu bahan.
B. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL DAN MODERN
Bioteknologi dapat digolongkan menjadi bioteknologi konvensional/tradisional dan modern. Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap. Mikroorganisme dapat mengubah bahan pangan. Proses yang dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju dan yoghurt. Proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi masa lalu. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim.
1. Pengolahan Bahan Makanan
a. Pengolahan produk susu
Susu dapat diolah menjadi bentuk-bentuk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
1) Yoghurt
Untuk membuat yoghurt, susu dipasteurisasi terlebih dahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang seimbang, selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada temperatur 45oC. Selama penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat. Selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa.
2) Keju
Dalam pembuatan keju digunakan bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri tersebut berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Proses pembuatan keju diawali dengan pemanasan susu dengan suhu 90oC atau dipasteurisasi, kemudian didinginkan sampai 30oC. Selanjutnya bakteri asam laktat dicampurkan. Akibat dari kegiatan bakteri tersebut pH menurun dan susu terpisah menjadi cairan whey dan dadih padat, kemudian ditambahkan enzim renin dari lambung sapi muda untuk mengumpulkan dadih. Enzim renin dewasa ini telah digantikan dengan enzim buatan, yaitu klimosin. Dadih yang terbentuk selanjutnya dipanaskan pada temperatur 32 derajat C – 420 Derajat C dan ditambah garam, kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang. Adapun whey yang terbentuk diperas lalu digunakan untuk makanan sapi.
3) Mentega
Pembuatan mentega menggunakan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonostoceremoris. Bakteri-bakteri tersebut membentuk proses pengasaman. Selanjutnya, susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan. Kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap dimakan.
b. Produk makanan nonsusu
1) Kecap
Dalam pembuatan kecap, jamur, Aspergillus oryzae dibiakkan pada kulit gandum terlebih dahulu. Jamur Aspergillus oryzae bersama-sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum. Setelah proses fermentasi karbohidrat berlangsung cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap.
2) Tempe
Tempe kadang-kadang dianggap sebagai bahan makanan masyarakat golongan menengah ke bawah, sehingga masyarakat merasa gengsi memasukkan tempe sebgai salah satu menu makanannya. Akan tetapi, setelah diketahui manfaatnya bagi kesehatan, tempe mulai banyak dicari dan digemari masyarakat dalam maupun luar negeri. Jenis tempe sebenarnya sangat beragam, bergantung pada bahan dasarnya, namun yang paling luas penyebarannya adalah tempe kedelai. Tempe mempunyai nilai gizi yang baik. Di samping itu tempe mempunyai beberapa khasiat, seperti dapat mencegah dan mengendalikan diare, mempercepat proses penyembuhan duodenitis, memperlancar pencernaan, dapat menurunkan kadar kolesterol, dapat mengurangi toksisitas, meningkatkan vitalitas, mencegah anemia, menghambat ketuaan, serta mampu menghambat resiko jantung koroner, penyakit gula, dan kanker. Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi. Ragi merupakan kumpulan spora mikroorganisme, dalam hal ini kapang. Dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan empat jenis kapang dari genus Rhizopus, yaitu Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhyzopus arrhizus, dan Rhyzopus oryzae. Miselium dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan memfermentasikannya menjadi produk tempe. Proses fermentasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. Perubahan tersebut meningkatkan kadar protein tempe sampai sembilan kali lipat.
c) Tape
Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. Masyarakat kita membuat tape tersebut berdasarkan pengalaman.
2. Bioteknologi Bidang Pertanian
a. Penanaman secara hidroponik
Hidroponik berasal dari kata bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti bekerja. Jadi, hidroponik artinya pengerjaan air atau bekerja dengan air. Dalam praktiknya hidroponik dilakukan dengan berbagai metode, tergantung media yang digunakan. Adapun metode yang digunakan dalam hidroponik, antara lain metode kultur air (menggunakan media air), metode kultur pasir (menggunakan media pasir), dan metode porus (menggunakan media kerikil, pecahan batu bata, dan lain-lain). Metode yang tergolong berhasil dan mudah diterapkan adalah metode pasir. Pada umumnya orang bertanam dengan menggunakan tanah. Namun, dalam hidroponik tidak lagi digunakan tanah, hanya dibutuhkan air yang ditambah nutrien sebagai sumber makanan bagi tanaman. Apakah cukup dengan air dan nutrien? Bahan dasar yang dibutuhkan tanaman adalah air, mineral, cahaya, dan CO2. Cahayatelah terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2 sudah cukup melimpah di udara. Sementara itu kebutuhan air dan mineral dapat diberikan dengan sistem hidroponik, artinya keberadaan tanah sebenarnya bukanlah hal yang utama. Beberapa keuntungan bercocok tanam dengan hidroponik, antara lain tanaman dapat dibudidayakan di segala tempat; risiko kerusakan tanaman karena banjir, kurang air, dan erosi tidak ada; tidak perlu lahan yang terlalu luas; pertumbuhan tanaman lebih cepat; bebas dari hama; hasilnya berkualitas dan berkuantitas tinggi; hemat biaya perawatan. Jenis tanaman yang telah banyak dihidroponikkan dari golongan tanaman hias antara lain Philodendron, Dracaena, Aglonema, dan Spatyphilum. Golongan sayuran yang dapat dihidroponikkan, antara lain tomat, paprika, mentimun, selada, sawi, kangkung, dan bayam. Adapun jenis tanaman buah yang dapat dihidroponikkan, antara lain jambu air, melon, kedondong bangkok, dan belimbing.
b. Penanaman secara aeroponik
Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti daya. Jadi, aeroponik adalah pemberdayaan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan tipe hidroponik (memberdayakan air), karena air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut. Helaian styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. Dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool, anak semai sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian styrofoam terdapat sprinkler (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar.
3. Bioteknologi Modern
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien. Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi, dan sebagainya. Dengan adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. Beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai berikut.
a. Rekayasa genetika
Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencangkokan gen atau rekombinasi DNA. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat
direkomendasikan. Selanjutnya DNA tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun. Untuk mengubah DNA sel dapat dilakukan melalui banyak cara, misalnya melalui transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid, dan rekombinasi DNA.
1) Transplantasi inti
Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat sesuai dengan inti yang diterimanya. Transplantasi inti pernah dilakukan terhadap sel katak. Inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel-sel usus katak yang bersifat diploid. Inti sel tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti, sehingga terbentuk ovum dengan inti diploid. Setelah
diberi inti baru, ovum membelah secara mitosis berkali-kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula. Blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak sel dan diambil intinya. Kemudian inti-inti tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti yang lain. Pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah banyak. Masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama.
2) Fusi sel
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik dari spesies yang sama maupun berbeda supaya terbentuk sel bastar atau hibridoma. Fusi sel diawali oleh pelebaran membran dua sel serta diikuti oleh peleburan sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti sel (kariogami).
Manfaat fusi sel, antara lain untuk pemetaan kromosom, membuat antibodi monoklonal, dan membentuk spesies baru. Di dalam fusi sel diperlukan adanya:a) sel sumber gen (sumber sifat ideal);
b) sel wadah (sel yang mampu membelah cepat);
c) fusigen (zat-zat yang mempercepat fusi sel).
3) Teknologi plasmid
Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat di dalam sel bakteri atau ragi di luar kromosomnya. Sifat-sifat plasmid, antara lain:
a) merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu;
b) dapat beraplikasi diri;
c) dapat berpindah ke sel bakteri lain;
d) sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan plasmid induk.
Karena sifat-sifat tersebut di atas plasmid digunakan sebagai vektor atau pemindah gen ke dalam sel target.
4) Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA-DNA dari sumber yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen.
Rekombinasi DNA dapat dilakukan karena alasan-alasan sebagai berikut.1) Struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama.
2) DNA dapat disambungkan
b. Bioteknologi bidang kedokteran
Bioteknologi mempunyai peran penting dalam bidang kedokteran, misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal, vaksin, antibiotika dan hormon.
1) Pembuatan antibodi monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber tunggal. Manfaat antibodi monoklonal, antara lain:
a) untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil;b) mengikat racun dan menonaktifkannya;
c) mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.
2) Pembuatan vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
3) Pembuatan antibiotika
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu. Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran
pada Perang Dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris.4) Pembuatan hormon
Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk memproduksi hormon. Hormon-hormon yang telah diproduksi, misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison, dan testosteron.
c. Bioteknologi bidang pertanian
Dewasa ini perkembangan industri maju dengan pesat. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang tergeser, lebih-lebih di daerah sekitar perkotaan. Di sisi lain kebutuhan akan hasil pertanian harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Untuk mendukung hal tersebut, dewasa ini telah dikembangkan bioteknologi di bidang pertanian. Beberapa penerapan bioteknologi pertanian sebagai berikut.
1) Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
Nitrogen (N2) merupakan unsur esensial dari protein DNA dan RNA. Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul pada akarnya. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan polong-polongan dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri. Dengan bioteknologi, para peneliti mencoba mengembangkan agar bakteri Rhizobium dapat hidup di dalam akar selain tumbuhan polong-polongan. Di samping, itu juga berupaya meningkatkan kemampuan bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik rekombinasi gen.
Kedua upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan penggunaan pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak digunakan di lahan pertanian dan menimbulkan efek samping yang merugikan.2) Pembuatan tumbuhan tahan hama
Tanaman yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan gen yang menentukan sifat kebal penyakit. Gen tersebut, kemudian disisipkan pada sel tanaman kentang. Sel tanaman kentang tersebut, kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang tahan penyakit. Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak dan disebarluaskan.
d. Bioteknologi bidang peternakan
Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk peternakan. Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST (Bovin Somatotropin Hormon). Hormon tersebut direkayasa dari bakteri yang, jika diinfeksikan pada hewan dapat mendorong pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai 20%.
e. Bioteknologi bahan bakar masa depan
Kamu sudah mengetahui bahwa bahan bakar minyak termasuk sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Oleh karena itu, suatu saat akan habis. Hal itu merupakan tantangan bagi para ilmuwan untuk menemukan bahan bakar pengganti yang diproduksi melalui bioteknologi. Saat ini telah ditemukan dua jenis bahan bakar yang diproduksi dari fermentasi limbah, yaitu gasbio (metana) dan gasahol (alkohol).
Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak, antara lain adalah biogas dan gasohol. Biogas dibuat dalam fase anaerob dalam fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar.
Di negara Cina, dan India terdapat beberapa kelompok masyarakat yang hidup di desa yang telah menerapkan teknologi fermenter gasbio untuk menghasilkan metana. Bahan baku teknologi fermenter tersebut adalah feses hewan, daun-daunan, kertas, dan lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam fermenter. Sedangkan teknologi gasohol telah dikembangkan oleh negara Brazil sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970. Gasohol dihasilkan dari fermentasi kapang terhadap gula tebu yang melimpah. Gasohol bersifat murah, dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi.
f. Bioteknologi pengolahan limbah
Kaleng, kertas bekas, dan sisa makanan, sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki oleh manusia. Bahan-bahan tersebut dinamakan limbah atau sampah. Keberadaan limbah sangat mengancam lingkungan. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk menanganinya. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan ditimbun, dibakar, atau didaur ulang. Di antara semua cara tersebut yang paling baik adalah dengan daur ulang. Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis. Proses pirolisis yaitu proses dekomposisi bahan-bahan sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen. Dengan cara ini sampah dapat diubah menjadi arang, gas (misal: metana) dan bahan anorganik.
Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah rendahnya kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Bahan hasil perombakan zat-zat makroorganik (dari hewan, tumbuhan, manusia ataupun gabungannya) secara biologiskimiawi dengan bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri, jamur) serta oleh hewan-hewan kecil disebut kompos.
Dalam pembuatan kompos, sangat diperlukan mikroorganisme. Jenis mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos bergantung pada bahan organik yang digunakan serta proses yang berlangsung (misalnya proses itu secara aerob atau anaerob). Selama proses pengomposan terjadilah penguraian, misalnya selulosa, pembentukan asam organik terutama asam humat yang penting dalam pembuatan humus. Hasil pengomposan bermanfaat sebagai pupuk. Bioteknologi dapat diterapkan dalam pengolahan limbah, misalnya menguraikan minyak, air limbah, dan plastik. Cara lain dalam mengatasi polusi minyak, yaitu dengan menggunakan pengemulsi yang menyebabkan minyak bercampur dengan air sehingga dapat dipecah oleh mikroba. Salah satu zat pengemulsi, yaitu polisakarida yang disebut emulsan, diproduksi oleh bakteri Acinetobacter calcoaceticus. Dengan bioteknologi, pengolahan limbah menjadi terkontrol dan efektif. Pengolahan limbah secara bioteknologi melibatkan kerja bakteri-bakteri aerob dan anaerob.
(sumber: http://aabasith-rahmat-s.blogspot.com)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)









